Tersenyum Ketika Ujian Menyapa

Tersenyum Ketika Ujian Menyapa

Tersenyum Ketika Ujian Menyapa

      Setiap orang, siapapun dia pasti akan mengalami kesulitan, baik itu konglomerat atau melarat, golongan teras atau yang tidur di teras, artis atau pengemis, semua pasti mengalami kesulitan karena kesulitan pasti menyertai hidup yang selalu diuji. (baca juga : Ketika Aku Jarang Melihat Diriku)

      Tinggal bagaimana kita menghadapi ujian berupa kesulitan ini. Ketika hati sudah tidak tertanggung derita dan bibir masih sempat mengukir tawa, alangkah indahnya. Dia sembunyikan segala rasa dan untuk dicurahkan hanya kepada Allah satu-satunya. Karena menampakkan kemuraman wajah di hadapan manusia tidak akan menyelesaikan apa-apa. Mungkin kita akan memperoleh simpati tetapi selebihnya hanya Allah yang tahu jalan penyelesaiannya.

      Ketika ditimpa bencana, tersenyumlah karena ujian adalah tanda kasih sayang Allah. Allah tidak akan membiarkan manusia yang disayangNya terlena dalam kenikmatan sehingga melupakan DIA.

      Cobalah kita bandingkan ketika kita dalam kegembiraan dengan kita yang dalam kesakitan/kesedihan, berapa lama waktu yang sempat kita habiskan di atas tikar sejadah? Kebanyakan kita terlalu mudah lupa ketika dalam kegembiraan, dan hanya tersentak apabila Allah mengetuk kita dengan kegundahan dan masalah.

      Tersenyumlah dengan setiap permasalahan karena masalah adalah jalan untuk kita kembali dalam istikharah dan memohon petunjukNya. Allah sesekali tidak zalim, sentiasa memberikan peringatan untuk hambaNya. Kehidupan adalah tidak bermakna sedikitpun tanpa mengingatiNya. Kita bernyawa, berdiri, bersuara dan segalanya adalah dengan izinNya.

      Bersyukur dan tersenyumah, maka kita tidak akan pernah berandai-andai dengan perkataan “Jika saja aku dulu…….”. Sadar atau tidak bahwa kehidupan ini telah berjalan seiring kehendakNya.

      Jika kita berkeluh kesah ketika mengalami ujian demi ujian, maka kita akan mudah terlena dalam kegelisahan. Sehingga kita merasa tidak pernah ikhlas dengan apa yang Allah tetapkan.

      Bersabar dan berserahlah hidup mati kita dan suka duka kita hanya pada Dia yang Maha Mengetahui. Tersenyumlah karena kita masih bernyawa dan diberi kesempatan untuk meneruskan perjuangan di jalanNya. Kita masih ada waktu untuk menyelesaikan segala masalah dan keruwetan yang telah kita lakukan. Kita masih ada waktu untuk bertaubat di setiap kekhilafan.

      Kita masih mampu bersyukur dengan setiap pemberian. Bandingkan kita dengan mereka yang telah terbaring kaku jasadnya di tanah, mereka sudah tidak mampu berbuat apa-apa. Apakah kita masih tidak mengambil iktibar? Kita masih diijinkan lagi menambah amalan dan ketaqwaan kepada Allah dan menyempurnakan bekal kita di alam sana. Tatkala roh dipanggil dan diangkat pergi, peenyesalan ketika itu sudah tidak berarti!

       Dan yang sangat penting adalah tersenyumlah karena kita terpilih sebagai seorang MUSLIM. Ada Allah yang sentiasa bersama disetiap langkah kita. Disetiap saat, kita kan berkomunikasi denganNya dalam sholat. Allah mengijinkan kita meminta padaNya apa-apa yang kita perlukan.

      Allah mendamaikan hati kita yang resah apabila kita bersamaNya. Allah Maha mengampunkan segala dosa kita yang telah kita perbuat apabila kita bertaubat.

      Allah menjanjikan kita nikmat-nikmat yang tidak terhitung apabila kita bertaqwa. Allah sediakan pahala bagi mereka yang sabar. Allah yang mengatur kehidupan kita dengan sempurna dan segala yang ditetapkan adalah untuk kebaikan hambaNya.

Ya Allah, terlalu beruntungnya kami.

      Tersenyumlah dan selalu Tersenyum Ketika Ujian Menyapa karena senyum itu tidak menyakitkan malah sebagai pengobat hati yang sakit. Dengan senyuman berarti masalah adalah bukan masalah dalam kehidupan ini, tetapi menunjukkan hatinya ridlo dengan setiap takdirnya.

Wallahu a’lam bish-shawab

      Itulah postingan tentang Tersenyum Ketika Ujian Menyapa yang dapat kami bagikan kali ini dengan harapan semoga postingan tentang Tersenyum Ketika Ujian Menyapa diatas bermanfaat bagi kita. (baca juga artikel lain pada : Istri Malu Menatap Wajah Suaminya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *