Renungan Tentang Kematian

Renungan Tentang Kematian

        Renungan Tentang Kematian. Kematian adalah sesuatu yang pasti akan terjadi pada setiap makhluk yang bernyawa. Kematian adalah suatu keharusan yang datangnya tidak dapat ditunda atau dipercepat. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.

“Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?” (QS An-Nisa 4:78)

“Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah)

“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi).

        Berkenaan dengan kematian itulah maka pada edisi ini kami ingin mengajak diri kami sendiri dan para pembaca yang dimuliakan oleh Allah untuk merenungkan ayat –ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang kematian diatas beserta ungkapan – ungkapan tentang kematian dibawah ini yaitu:

  • Kematian adalah awal dari kehidupan yang kekal nan abadi.
  • Jangan melawan mati, berkawanlah dengannya dan persiapkan dirimu menyambut datangnya!
  • Mati itu rahasia Allah. Harusnya kita sadar kita ini siapa. Kita hanya makhlukNYA. Kapan pun kita dijemput, HARUS siap
  • Pembagian sembako saja harus mengantri. Begitupun kematian, sesungguhnya kita sedang ada dalam antriannya
  • Kebanyakan kita mati-matian hanya mengejar gelar di dunia yaitu sarjana, master, doktor, profesor. Tapi tidak menghiraukan untuk mempersiapkan gelar tertinggi manusia yaitu almarhum / almarhumah.
  • Akan berlaku keadaan dimana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bagian pusat dan akan turun ke pinggang dan akan naik ke bagian tenggorokan. Itulah detik-detik kematian.
  • Karena kita hidup di dunia untuk bertemu dengan kematian, setiap detik yang dilalui mestilah berbuah kebaikan
  • Wahai jiwa yang lalai mengingat kematian, sebentar lagi kita akan dikubur bersama mayat-mayat lainnya. Maka ingatlah tempat kita sebelum kita menempatinya.
  • Senyaman apapun ranjang yang kita miliki, ranjang terakhir yang kita tiduri adalah kuburan
  • Semewah apapun busana yang kita miliki, busana terakhir yang kita kenakan adalah beberapa lapis kain kafan
  • Sekeren apapun kendaraan yang kita miliki, kendaraan terakhir yang menghantar kita adalah keranda jenazah!
  • Hiduplah engkau seolah olah hari ini adalah hari terakhir engkau bertemu hidup
  • Yang menyiapkan diri menyambut ajal adalah manusia cerdas sejati
  • Seperti siang berganti malam, begitu juga hidup berganti mati
  • Berhati hatilah karena mati selalu menanti
  • Tobat itu tak perlu menunggu kiamat. Karena mati itu amat dekat
  • Jika  ajal itu dekat, seberapa dekat kita dengan Sang Empunya Kehidupan?
  • Jangan tertawa menyambut hari lahirmu, karena bagimu kain kafan telah ditenun dan dipersiapkan
  • Bencana berujung kematian datangnya tidak bisa ditebak. bisa sekarang, besok atau lusa
  • Jika belum mampu mewariskan harta kekayaan, maka wariskanlah ilmu dan amal shaleh untuk bekalmu kelak
  • Jika asuransi mempersiapkan manusia menghadapi ketidakpastian lalu bagaimana manusia bersiap menghadapi kematian yg akan terjadi kelak? kematian adalah kepastian!
  • Kelak dirimu akan terlelap selamanya. itu pasti dan usah ditanya kapan!
  • Maut datang tanpa menunggu jilbabmu terpasang!
  • Kematian adalah takdir Allah yang tidak bisa ditolak oleh siapapun.
  • Koreksi  diri kita agar selalu siap sedia menyambut malaikat maut yg tak tahu kapan tibanya
  • Terangilah dirimu dengan shalat tahajud, sebagai bekal persiapan ketika dijemput ajal
  • Berbuatlah sesukamu, tapi asal kau tahu malaikat maut tidak menerima katatunggu dulu” saat hendak mencabut nyawamu
  • Jangan pernah melupakan maut karena maut tak pernah melupakanmu!
  • Malaikat maut akan mencabut nyawa orang shaleh bagaikan menarik kapas.
  • Kematian adalah jalan menuju persinggahan abadi
  • Kematian bagi orang beriman adalah kabar baik, karena ia dapat berjumpa dengan Sang Pencipta Kehidupan
  • Mengapa takut pada kematian? kematian itu sudah pasti datangnya. karena itu persiapkan dirimu sedini mungkin
  • Kematian tak dapat ditutup walau malam berganti siang dan siang bersalin malam
  • Kematian adalah pemutus godaan setan terhadap manusia
  • Jika ajalmu makin mendekat, mengapa masih disibukkan diri menghitung harta duniawi? mana harta ruhanimu?
  • Semakin dewasa dan bertambah usiamu, berarti semakin mendekat dirimu dengan ajal. apa saja persiapan yg sudah engkau lakukan?
  • Kematian adalah sebuah kepastian, sebuah keniscayaan yg tak terbantahkan.

        Itulah beberapa ungkapan yang semoga dapat menjadi renungan kita agar selalu ingat mati sehingga kita tidak disibukkan dengan urusan duniawi. Semoga tulisan ini bermanfaat.

2 thoughts on “Renungan Tentang Kematian”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *