Renungan sebelum kita mati

Renungan Sebelum KIta Mati

       Renungan sebelum kita mati. Beberapa waktu yang lalu sekitar pukul 8 malam kami mendengar pengumuman dari kepala dusun kami yang menginformasikan melalui pengeras suara di dua musholla dusun kami bahwa tetangga kami “si Fulan” telah meninggal dunia. Atas pengumuman itu kami warga dusun berduyun-duyun berdatangan ke rumah duka.

   Proses pemakaman dimulai dengan memandikan jenasah, mengkafani lalu menshalati. Tapi sungguh sangat disayangkan bahwa yang ikut menshalati tidak lebih dari dua puluh orang. Mungkin mereka beranggapan bahwa shalat jenasah hukumnya fardlu kifayah sehingga asal sudah ada yang menshalati maka gugurlah kewajiban mereka.

      Proses berikutnya adalah mengantarkan jenasah ke makam yang merupakan tempat tinggal sementara bagi sang mayat. Perjalanan ke makam dimulai sekitar pukul 10 malam dengan lama perjalanan sekitar lima belas menit.

       Ketika kami berada di area pemakaman, suasana begitu hening, kecuali suara para pengantar yang yang saling berbicara urusan masing-masing dan suara binatang malam yang sayup- sayup terdengar agak jauh karena binatang malam didekat makam terdiam karena mendengar suara langkah kaki dan guman para pengantar.

   Kemudian jenasah diangkat dari keranda untuk diletakkan di liang lahat. Kain jarik (sewek=jawa) dan tikar diambil oleh kerabat dan dibawa pulang. Jenasah lalu diletakkakn di liang lahat dengan posisi kepala disebelah utara dan menghadap kiblat. Jenasah hanya berbalut kain kafan dengan beralaskan tanah dan tiga bongkahan tanah liat sebagai bantalan kepala. Akhirnya jesah ditutupi dengan potongan bamboo dan kayu lalu dipendam dengan tanah bekas galian. Setelah proses pengurukan selesa lalu dibacakan ritual dan do’a. Setelah proses selesai maka para pengantar meninggalkan area pemakaman dan meninggalkan jenasah sendirian di makan dikeheningan malam tanpa bisa berbuat apa-apa.

       Dari peristiwa diatas, penulis merasa takut bagaimana jika itu terjadi pada penulis saat ini yang penulis merasakan masih sangat banyak dosa yang penulis lakukan, sedangkan penulis merasakan sangat belum sebanding kebaikan yang penulis lakukan dari pada dosa itu walaupun penulis sadar bahwa kematian pasti akan datang pada panulis.

Sebagaimana firman Allah

“Setiap jiwa pasti akan mengalami kematian, dan kelak pada hari kiamat saja lah balasan atas pahalamu akan disempurnakan, barang siapa yang dijauhkan oleh Allah Ta’ala dari neraka dan dimasukkan oleh Allah Ta’ala ke dalam surga, sungguh dia adalah orang yang beruntung (sukses).” (QS. Ali Imran : 185)

Dan firman lainnya

“Katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya pasti akan mendatangi kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang nampak, kemudian Allah Ta’ala akan memberitahukan kepada kalian setiap amalan yang dahulu kalian pernah kerjakan.” (QS. Al Jumu’ah : 8)

Dan masih banyak lagi firman Allah tentang kematian.

      Oleh karena itulah kami mengajak pada diri kami sendiri dan juga para pembaca yang dimuliakan Allah untuk selalu merenung dan mengingat bahwa kita pasti akan mati, sebagaimana sabda junjungan nabi kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan dunia”. Kemudian para shahabat bertanya. “Wahai Rasulullah apakah itu pemutus kelezatan dunia?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kematian” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, hadits dari shahabat Abu Hurairah)

Akhirnya marilah kita renungkan

  1. Sudah siapkah kita jika sewaktu – waktu Allah mencabut nyawa kita?
  2. Jika sudah merasa siap, bekal apa yang kita bawa ketika menghadap Allah?
  3. Jika belum siap, lalu usaha apa agar kita punya bekal yang cukup untuk menghadap Allah?
  4. Marilah kita jaga agar shalat kita tepat waktu.
  5. Marilah kita jaga agar shalat kita selalu dalam jamaah

     Semoga Allah selalu melindungi kita, meridloi kita, meng-istiqomahkan kita dan mematikan kita dalam khusnul khotimah.

Aamiin 3x Yaa Robbal ‘Alamiin.

3 thoughts on “Renungan sebelum kita mati”

  1. bagus, menarik, dan bisa menjadikan kita sadar akan datangnya kematian dan kita harus menyadarinya, harus mempercayai adanya kematian. siap tidak siapnya kita, kita harus selalu siap untuk mati. dan mengajarkan kita untuk selalu ingat kepada Allah SWT. dan harus selalu menjalan apa yang di perintahkan Allah SWT. dan harus menjauhi larangan-Nya.
    dan mengajarkan kita untuk berlomba-lomba untuk mencari amal kebaikan

  2. sangat keren, bisa menyadarkan kepada semua umat mulimin bahwa kita akan kembali kepada Allah Swt. menunjukkan bahwa kita bisa mati kapan saja dan dimana saja. karena itu lah kita harus siap bila nyawa kita di ambil oleh Allah Swt. dan memberikan tata cara urutan tentang bagaimana kita mengurusi atau menolong orang sebelum di kubur dalam tanah. dan sesama umat muslim kita harus menolong dan mendo’akan orang yang membutuhkan pertolongan kita dengan kita hanya mengharapkan ridho dari Allah agar kita selamat di dunia maupun di akhirat

  3. artikelya sangat bagus dan

    setiap manusia pasti tidak akan perna tau kapan tiba kamatian itu yang pasti kematian itu pasti akan datang tidak tau kapan sekarang besok atou bisa jadi detik ini juga bila allah menghendaki maka akan terjadi maka dari itu sebaik ya marilah kita bersyukur karna kita masi diberikan kehidupan ini untuk itu jangan sia sia kan kehidupan ini perbanyaklah ibadah karna sesunguhya manusia diciptakan allah swt hanya semata mata untuk beribadah kepadanya .mengingat bahwa apa yang diciptakan allah swt suatu saat nanti akan kembali lagi pada ya dan akan dipertangung jawabkan nanti di akhirat untuk itu jadilah orang yang beriman dengan tetap melaksanakan perintah allah swt dan menjahui larangan ya … melaksanakan sholat ikut berjamaah karna sholat nerjamaah pahala ya lebih banyak dari pada sholat sendirian yg terpenting sebelum sholat jangan lupa berwudhu dan berniat sholat semata mata karna allah swt dan mencari ridho ya dengan hati ikhlas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *