Refleksi Diri di Akhir Tahun

Refleksi Diri

        Refleksi Diri di Akhir Tahun. Kita menyaksikan sangat banyak dari umat disekitar kita, bahkan mungkin kita termasuk didalamnya, yang latah dalam menyikapi setiap pergantian tahun dengan hura-hura, ikut-ikutan tradisi tanpa memahami tujuan serta kebaikan yang didapat, yang penting happy, senang. Akibatnya, ketika waktu berganti, tidak ada prestasi yang diraih, bahkan cenderung merosot. Itulah gambaran yang mendominasi masyarakat belakangan ini. Padahal jauh-jauh hari islam telah mengingatkan bahwa pergantian waktu adalah moment yang sangat penting untuk memperbaiki diri.

        Barangkali kata kunci untuk memperbaiki diri menjadi baik ialah muhasabah atau refleksi atau introspeksi diri setiap saat, tetapi biasanya akan sulit bagi kita untuk melakukan muhasabah setiap saat. Artinya tidak semua orang dapat melakukan koreksi diri atau evaluasi diri setiap ada kesempatan. Nah, untuk itu diperlukan waktu khusus yang akan dapat mendorong seseorang untuk mengevaluasi diri, melihat perjalanan hidupnya sendiri dan kemudian mau melakukan perubahan menuju kebaikan. Salah satu waktu khusus tersebut ialah momentum pergantian tahun yang biasanya digunakan oleh banyak kalangan sebagai wahana untuk merefleksikan sesuatu dengan tujuan evaluasi introspeksi diri dan merencanakan sesuatu yang lebih baik.

       Saat ini adalah waktu yang sangat pas untuk refleksi diri, merenungkan perjalanan hidup kita masing masing secara utuh tanpa harus mengurangi sedikitpun. Tentu plus minus perjalanan hidup kita akan kita lihat secara seimbang. Tujuannya ialah untuk mengetahui secara pasti perjalanan kita selama satu tahun. Apakah banyak kebaikannya ataukah sebaliknya banyak kejelekananya. Semuanya itu dilakukan untuk meinmbulkan kesadaran diri yang total atas tanggung jawab kita sebagai hamba Tuhan yang tentu mempunyai hak dan kewajiban yang harus dijalankan secara seimbang.

        Mari kita mengingat-ingat perjalanan hidup yang sudah kita lalui. Di akhir bulan Desember ini adalah hari di penghujung akhir tahun. Coba sekarang kita merenung sejenak. Buat pertanyaan sebanyak mungkin tentang amalan kita :

  • Sudah berapa tahunkah usia kita sekarang ?
  • Apa saja yang telah kita lakukan sampai saat ini ?
  • Sudahkah kita menginvestasikan amalan baik kita untuk hari esok yang lebih abadi ?
  • Sudahkah kita menjalankan semua kewajiban yang Allah tetapkan ?
  • Seberapa sering kita melanggar larangNya?
  • Bagaimana shalat kita selama ini?
  • Bagaimana puasa, zakat, infak dan sadaqoh kita selama ini?
  • Bagaimana sikap dan perilaku kita terhadap orangtua, keluarga, saudara, tetangga, teman, anak yatim, fakir miskin dllnya?

        Atau mungkin kita coba membuat pertanyaan dengan mengingat-ingat dosa kita ;

  • Dosa apa yang kita lakukan hari ini?
  • Dosa apa yang kita lakukan hari kemarin ?
  • Dosa apa yang kita lakukan minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu atau selama usia kita ini ?
  • Dan sudahkah kita memohon ampun atas dosa-dosa tersebut?

        Banyak.lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya. Lalu kita coba menghitung amalan kita sendiri. Kemudian bayangkan seandainya ajal menjemput kita hari ini atau besok atau mungkin minggu depan. Sudah siapkah?

       Mungkin tidak akan jadi masalah bagi kawan-kawan yang selama ini setiap langkah kehidupannya selalu disandarkan kepada Allah Sang Maha Pencipta.

        Tapi bagaimana dengan kita yang masih merasa kurang atau tidak peduli dengan perintah-perintah Allah atau justru sebaliknya lebih banyak melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarangNya?

       Terus terang bagi kami kalau mengingat pertanyaan tersebut diatas, badan tetasa lemas, hati menjadi bergetar, karena kita tidak yakin apakah kita telah siap menghadap panggilan Allah SWT. Namun apa yang harus dikatakan, penyesalan tak ada gunanya, waktu sudah bergulir dan kita tidak bisa kembali ke belakang. Apa yang sudah terjadi akan menjadi saksi pada Hari Akhir nanti.

        Lantas apa yang kita lakukan? Apakah kita berdiam diri menyesali perbuatan yang telah kita lalui? Atau justru kita merasa terlanjur, sudah terlalu banyak dosa dan tidak mau memperbaiki diri? TIDAK, jangan sampai terjadi demikian. Kita harus yakin bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Pembawa Kasih sayang, yang harus kita lakukan adalah kita HARUS SADAR SAAT INI JUGA BERSEGERA MEMOHON AMPUNAN ALLAH sesuai firmanNya, yang artinya ,

“Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran ; 133)

        Untuk itulah wahai saudaraku, marilah kita lakukan ha- hal positif yang telah diajarkan dalam Islam yang dapat kita lakukan sebagai bentuk refleksi keimanan dalam menyikapi pergantian waktu, bukan hanya pergantian tahun saja, tapi juga yang lainnya. Kalau hal ini kita lakukan niscaya akan banyak memberi kebaikan dalam kehidupan kita

        Bertasbih, mengagungkan Maha Suci Allah. Hal ini dilakukan sebagai tanda hasil dari proses berdzikir dan berpikirnya Ulil Albab yang menangkap tanda-tanda kekuasaan AllahSWT pada pergantian waktu tersebut.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) ; Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran: 190-191)

       Memperbanyak istighfar, yaitu memohon ampun kepada Allah SWT. atas segala kesalahan kita. Istighfar adalah refleksi seorang muslim dari proses evaluasinya (muhasabah) terhadap amal-amal yang sudah ia lakukan dari waktu yang telah ia lewati.

        Allah SWT berfirman “Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampunan kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’: 110).

        Bersyukur kepada Allah dengan meningkatkan amal sholeh. Syukur adalah refleksi seorang muslim yang menyadari penuh karunia Allah SWT berupa waktu. Karunia ini kita sadari pada saat pergantian waktu, karena saat itu kita menyadari bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk berbuat baik, maka kesempatan itu seyogyanya kita gunakan sebaik-baiknya untuk beramal sholeh mengumpulkan kebaikan untuk kehidupan mendatang dan itulah sesungguhnya syukur yang paling afdhal.

         Demikanlah beberapa diantara yang seharusnya kita lakukan di penghujung tahun ini menjelang tahun baru. Semoga kita dapat merefleksikan keimanan kita, sehingga mendapatkan banyak kebaikan dalam kehidupan.

3 thoughts on “Refleksi Diri di Akhir Tahun”

  1. sangat bagus, nasehat yang diberikan juga bermanfaat. mengajarkan dan juga mengingatkan kita agar jangan terlalu berfoya-foya, memberi tahu kita tentang tujuan pergantian tahun baru, yaitu untuk merubah diri menjadi seorang mukmin yang lebih baik, lebih mendekatkan diri ke Allah Swt. dan memberikan pesan bahwa betapa pentingnya kita mencari ridho Allah Swt. dan dari artikel tersebut kita juga bisa mengevaluasi atau mengoreksi kekurangan diri kita sendiri

  2. sangatlah bagus, bermanfaat dan juga mengajarkan kita tentang mengevaluasi diri sendiri menjadi lebih baik lagi, menambahkan ke imanan kita kepada Allah, dan juga mengajar kan kita tentang apa yang harus di perbuat saat pergantian tahun, memberi tahu kan apa tujuan akhir tahun. menambahkan ilmu pengetahuan tentang bagaimana menjadi seorang mukmin di hadapan Allah, agar tidak berlebih-lebihan dalam merayakan akhir tahun.

  3. saya terharu artikel ini..banyak orang di akhir tahun ini lebih memetingkan berfoya-foya dan hura-hura dari pada sholat ..pada diakhir tahun ini jangan lha bepikiran terlalu negatif pikir lha dengan cara positif pasti di ridho’ii allah ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *