Pesona Masjid Namira Lamongan

Pesona Masjid Namira Lamongan

Pesona Masjid Namira Lamongan

      Subhanallah, itulah kata yang terucap ketika pertama kali aku menginjakkan kaki dipelataran masjid Namira pada hari Sabtu tanggal 29 Juli 2017. Bangunan masjid yang berbeda dengan masjid-masjid lain yang pernah aku temui. Aku terkesan dengan kebersihan lingkungan masjid, penataan parkir kendaraan yang teratur dan area parkirnya sangat luas, bahkan untuk puluhan kendaraan besarpun Insya Allah muat. Ada menara besar dan tinggi menjulang dengan gagahnya. (baca juga : Diriku Hanya Rindu)

      Aku dibuat kagum ketika aku masuk ke lingkungan area untuk buang air, kamar mandi dan kamar kecil karena jumlahnya cukup banyak sehingga anda tidak perlu khawatir walau anda membawa rombongan dengan jumlah orang yang banyak, kebersihannya pun sangat luar biasa sehingga membuat nyaman didalamnya.

      Dan aku dibuat lebih kagum lagi ketika menuju tempat wudhu. Suasana tempat wudhu tersebut cukup mirip dengan tempat wudhu yang ada di masjid Nabawi Madinah dengan beberapa tempat duduk kecil di tempat wudhu tersebut sehingga memungkinkan kita wudhu sambil duduk.

      Begitu keluar dari tempat wudhu, maka pemandangan indah memanjakan kita melalui kolam dengan berbagai aneka jenis dan warna ikan yang menyapa kita dengan riangnya. Ikan-ikan yang membuat kita senang melihatnya. 

      Aku hampir tidak percaya ketika melangkahkan kakiku yang melewati pintu kaca untuk memasuki bagian dalam masjid karena aroma masjid yang keharumannya yang sangat khas dengan hamparan karpet lembut berwarna merah yang mengingatkanku ketika memasuki masjid Nabawi Madinah. Jika anda ke masjid ini, anda tidak perlu menggelar sajadah karena karpet masjid dijamin bersih dan wangi.

      Desain interior masjid yang sangat mengagumkan dengan ukuran ruang yang sangat luas (mungkin cukup untuk menampung sekitar 4-5 ribu jamaah karena waktu kami shaolat jamaah Maghrib, jumlahnya Insya Allah lebih dari seribu orang, padahal itu belum sampai sepertiga luas reangan).

      Ketika mataku menatap tempat imam sholat, aku terpana dengan pemandangan yang menyejukkan hati karena pada dindingnya terdapat ornament pintu Ka’bah yang lengkap dengan kiswah (kain penutup) yang ukurannya sangat besar.

      Selesai sholat Sunnah tahiyatul masjid, aku berkeliling sebentar ke penjuru area dalam masjid, lalu aku duduk di shof pertama untuk meneruskan I’tikaf. Saat itulah tanpa terasa air mataku mengaliri pipiku karena kerindianku terhadap masjid Nabawi.

      Sekitar 20 menit menjelang sholat Maghrib, terdengar alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan ……  “Subhanallah” ….. suaranya mirip suara bacaan yang aku dengar ketika aku berjalan dari hotel menuju masjid Nabawi.

      Saat sholat Maghrib tiba ketika muadzin mengumandangkan iqomah (jenjang waktu antara selesai adzan dan iqomah sekitar 10 menit), kami berdiri untuk persiapan sholat Maghrib berjamaah. Aku sempat melirik kebelakang dan kuhitung ada sekitar tujuh shof jamaah pria. Aku tidak tahu berapa shof jamaah wanita karena ada pembatas.

      Dan ….. Subhanallah …… Imam sholat Maghribnya ternyata masih muda (berusia sekitar 23 – 26 tahun mungkin), namun bacaannya, baik tajwid dan mahroj-nya sangat bagus, tartilnya sangat jelas sehingga a hatiku sangat sejuk walau bacaannya cukup panjang (Insya Allah kalua lebih panjang lagi kami tetap betah).

      Selesai sholat dan dzikir, aku meninggalkan masjid untuk pulang, namun sebelum pulang aku masih sempat untuk menikmati Pesona Masjid Namira Lamongan di malam hari dengan cahaya kampu yang indah.

      Ya, itulah Pesona Masjid Namira Lamongan yang beralamat di Jalan Raya Lamongan – Mantup km 5 Jotosanur, Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (kode pos 62281). Masjid ini akan kita temui jika kita berada di Lamongan kota dan mengambil jalur jalan menuju Mojokerto. (bukan menuju jalan ke Jombang ya….). Lokasi masjid Namira akan mudah ditemui karena pas dipinggir jalan.

      Itulah catatan kami tentang Pesona Masjid Namira Lamongan dengan harapan semoga anda berkenan mampir ke masjid ini untuk beribadah jika anda melakukan perjalanan dari  atau menuju Lamongan. Semoga bermanfaat. (baca juga artikel lain pada : Makna Dibalik Ikhlas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *