Pegawai Dipecat karena Batu

Pegawai Dipecat karena Batu

        Pegawai Dipecat karena Batu. Pada suatu malam di gardu pos jaga pada sebuah kampung ada dua orang (sebut saja Miming dan Dudung) sedang berada di gardu tersebut. Mereka sedang menikmati kopi dan ubi rebus yang disediakan oleh warga kampung sebelum mereka melakukan ronda keliling kampung. Sambal menikmati kopi dan ubi rebus, mereka mengobrol. Obrolan mereka diantaranya sebagai berikut:

Eh, Miming, loe tu koq aneh banget sich, dah enak – enak kerja di Arab Saudi dengan gaji besar, koq malah keluar dari kerjaan, balik ke kampung sini, jadi pengangguran malah, kenapa sich?” Tanya Dudung pada Miming.

“Ane bukannya keluar Dung, ane baru sebulan kerja di juragan ane, tapi langsung dipecat tanpa pesangon, gaji hanya dibayar setengah…” Sangkal Miming.

“Lha kenapa…? Koq bisa gitu???” Tanya Dudung penasaran.

“Critanya gini. Suatu hari pas ane lagi nganter juragan, di tengah jalan ada batu gede. Sebenernya ane dah mau lewat pinggir, eeeh si juragan malah nunjuk – nunjuk ke arah batu sembari teriak – teriak, “Hajar! Hajar! Hajaaaaarrr!!!” Kata Miming menjelaskan.

“Terus apa yang loe lakuin?” Tanya Dudung makin penasaran.

“Karena juragan nunjuk – nunjuk batu gede tersebut dan sambil teriak – teriak seperti itu, Ya tentu ane tabrak batu itu… JDEERRRR!!! Karena kencangnya mobil yang ane kemudikan, Sampai mobilnye ringsek dan jumpalitan. Juragan ane masuk rumah sakit, kepalanya bocor. Langsung ane dipecat … Habis dipecat, ane baru inget… kalau “Hajar” itu Bahasa Arab yang artinya adalah “Batu”…” Penjelasan Miming sambil nyengir.

“hahaha ….. loe tu ada – ada aja Ming. Karena “hajar” loe dipecat. Ayo berangkat, kita keliling kampung.” Ajak Dudung pada Miming sambil terus ketawa.

1 thought on “Pegawai Dipecat karena Batu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *