Nasib Tragis Turis Kesasar

Nasib Tragis Turis Kesasar

Nasib Tragis Turis Kesasar

        Kisah dibawah ini adalah tentang nasib tragis turis kesasar di pulau terlarang yang mana pulau tersebut dihuni oleh suku primitif yang benama suku Apoge (maaf, nama suku yang saya gunakan asal sebut saja) yang sangat kejam terhadap orang asing yang tidak dikenal oleh suku mereka.

Inilah kisah Nasib Tragis Turis Kesasar:

        Suatu ketika ada tiga orang turis yang sedang menikmati debur ombak lautan dari atas perahu boat yang melju dengan kecepatan tinggi di tengah laut. Di tengah asyknya mereka diatas purahu boat yang melaju, tba – tiba mesin perahu mati. Ketiga orang turis tersebut menjadi sangat panic karena perahu boat mereka terombang – ambing oleh ombak. Mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelamatkan diri.

        Beruntung ketiga turis tersebut karena ombak membawa perahu boat mereka ketepi pantai sebuah pulau. Namun ketiga turis tersebut merasa asing dengan pulau tersebut. Ditengah kebingungan, tiba – tiba dikepung oleh suku Apoge. Ketiga turis tersebut tidak berdaya terhadap kepungan tersebut sehingga mereka ditangkap oleh suku primitif tersebut, tangan dan kaki mereka diikat lalu dibawa ke tengah hutan dimana suku tersebut berada.

        Sesampainya di pusat perkampungan ditengah hutan, ketiga turis itu dihadapkan pada kepala suku Apoge. Karena kitiga turis itu adalah orang asing bagi mereka yang telah melanggar dengan memasuki wilayah mereka, maka kepala suku memerintahkan para algojo untuk segera memancung turis itu. Ketiga turis tersebut langsung menangis dan memohon ampun kepada kepala suku agar tidak dipancung.

        Akhirnya sang kepala suku berkata : ”Baiklah, Aku akan mengampuni kalian, tapi dengan dua syarat, yang pertama kalian sekarang pergi ke hutan dan kembali membawa 10 butir buah-buahan apa saja, kuberikan kalian waktu 1 jam. Kalau tidak, kalian akan ku pancung! ”

        Dengan semangat membara ketiga turis pergi ke hutan dan berlomba mencari buah apa saja. Belum sampai satu jam turis kesatu datang  dan menyerahkan buah pada kepala suku :

Pilot kesatu : Kepala Suku, saya datang membawa 10 buah jambu biji, sekarang ampuni saya.

Kepala Suku : Jangan senang dulu, sebagai syarat kedua, masukan 10 buah jambu biji yang kamu bawa tadi ke lubang pantat kamu. Syaratnya kamu tidak boleh menunjukan ekspresi seperti menangis, kesakitan, tertawa atau lainnya.

        Buah jambu biji 1 masuk dengan sukses, begitu juga dengan buah jambu 2, pada buah jambu ke-3, turis kesatu tidak bisa menahan rasa sakit, dan menjerit kesakitan. Kontan kepalanya dipenggal dan dia meninggal.

        Turis kedua kenudian datang membawa 10 butir buah kelengkeng, dan kepala suku memberi perintah yang sama. 1,2,3,4,5,6,7,8, buah kelengkeng masuk dengan mudah, pada kelengkeng ke 9 kepala turis kedua dipenggal dan mati.

        Di akhirat turis kedua bertemu dengan turis kesatu dan mereka berbagi cerita tentang nasib tragis mereka:

Turis kedua : “Kok kamu bisa dipenggal, kamu bawa buah apa?”

Turis kesatu : “Bawa buah jambu biji, dan aku menjerit kesakitan karena tidak sanggup.”

Turis keduaI : “Wah, Pantas. Kalau aku Beruntung membawa buah kelengkeng.”

Turis kesatu : “Lalu mengapa kamu bisa dipenggal juga?”

Turis kedua : “Begini, Saat aku sudah sukses memasukan kelengkeng Ke 9, aku tiba – tiba tertawa terbahak – bahak. Yaaa, aku langsung dipenggal jadinya.

Turis kesatu : “Ko’ kamu bisa tertawa terbahak-bahak? Kenapa?”

Turis kedua : Aku melihat Turis ketiga datang sambil tersenyum lebar dengan menenteng 10 buah DURIAN !!!!.

Turis kesatu : “Hahahahaha????!!!”

        Itulah kisah Nasib Tragis Turis Kesasar yang dapat kami share kepada anda, lalu bagaimana perasaan anda setelah membaca cerita Nasib Tragis Turis Kesasar diatas? Ngeri, sedih, tersenyum atau tertawa? Hehehe, terserah. (baca juga: Pemuda tersenggol Turis Asing). Semoga kisah Nasib Tragis Turis Kesasar bisa menjadi apresiasi anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *