Nasehat Kematian bagi Jiwa yang Hidup

Nasehat Kematian

       Nasehat Kematian bagi Jiwa yang Hidup. Beberapa waktu yang lalu terjadi musibah pesawat jatuh, helicopter hilang, tabrakan kereta api, bis dan lain-lain yang tidak sedikit memakan korban jiwa meninggal. Atau musibah crane di masjidil Haram menimpah jamaah haji yang menyebabkan mereka wafat, juga terjadi peristiwa mina didepan pintu jamarat yang menyebabkan ratusan jamaah haji juga wafat. Namun bagi kami kematian di Masjidil Haram dan Mina saat menunaikan haji adalah kematian yang Insya Allah sangat diharapkan bagi jamaah haji apapun penyebabnya.

       Semua peristiwa diatas adalah sebagian kecil cara yang dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa dalam menyongsong kematian. Walaupun seandainya kita bersembunyi ditempat yang paling amanpun maka kita tidak akan bisa menghindar dari kematian. Maka apakah kita menyangka bahwa kita akan terhindar dari kematian? Sehingga haruskah kita memuja dunia? Haruskah kita memburu kakayaan atau pangkat yang semuanya bersifat fana? Ingatlah bahwa apa yang kita miliki didunia ini pada hakikatnya adalah bukan milik kita karena pasti akan kita tinggalkan, kecuali amal kita.

Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. [QS. Ali Imran/3: 185, al-Anbiya’/21: 35 dan al-Ankabut/29: 57].

       Kematian adalah sesuatu yang pasti menimpa siapapun manusia di dunia ini, tidak peduli apakah dia mukmin ataupun munafik atau yang kafir, tidak membedakan ulama atau kaum awam, lelaki ataupun perempuan, yang muda ataupun yang tua, kaum yang kaya ataupun miskin, golongan pejabat ataupun rakyat jelata dan sebagainya, niscaya mereka semuanya akan mengalami kematian.

     Setiap manusia meskipun ia takut mati sehingga ia hanya berdiam diri di rumahnya dalam rangka menghindar dari kematian maka jikalau telah ditentukan kematian kepadanya niscaya ia akan mendatangi tempat dimana ia akan mati di tempat tersebut dan akan tertimpa sesuatu peristiwa yang menyebabkan kematian yang telah ditentukan baginya. Hal ini sebagaimana telah diungkapkan oleh Allah Azza wa Jalla di dalam ayat berikut,

“Katakanlah: Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?” (QS An-Nisa 4:78)

       Pada saat kematian mendatangi jiwa yang hidup, maka saat itulah terjadi sakaratul maut. Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Dan rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kedzaliman seseorang selama ia hidup.

Sabda Rasulullah SAW: “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW: “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS Al-An’am 6:93)

“(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu.” (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

      Namun bagi orang yang bertaqwa akan merasakan keindahan dalam sakaratul maut.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30 s/d 32)

Wallahu a’lam bish shawab.

     Akhirnya marilah kita selalu memohon pada Allah semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu di-istiqomahkan dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzah, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.

       Allahumma Amin.

1 thought on “Nasehat Kematian bagi Jiwa yang Hidup”

  1. Saya takjub dengan artikel ini, karena di dalam artikel ini saya bisa mengerti bahwa kematian tiada yang mengetauhui selain Allah. Kematian juga datangnya tidak terduga. Kita sebagai manusia tidak dapat menghindar dari kematian bahkan kita bersembunyipun tidak akan bisa menghindar dari kematian. Karena jika kita mengetahui kematian maka tidak akan ada yang mau bertaubat dari sekarang. Oleh karena itu Allah menyembunyikan kapan kematian dari seseorang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *