Menteri Dermawan dan Tukang Bakso

Menteri Dermawan dan Tukang Bakso

        Menteri Dermawan dan Tukang Bakso. Pada suatu hari Seorang Menteri melakukan sidak (Inspeksi Mendadak) ke salah satu kantor kota madya untuk melihat kinerja pegawai dibawah kementeriannya.

        Dalam sidak tersebut menteri itu melihat para pegawai sedang sibuk bekerja. Namun Menteri itu terkejut dan wajahnya agak memerah ketika melihat ada seorang pria muda sehat dan segar tengah bersandar santai di salah satu ruangan kantor, sementara di ruangan itu semua pegawai sibuk dalam aktifitas kerja. Pak Menteri segera menghampiri pria itu dan bertanya, “Berapa penghasilan kamu dapat dalam satu bulan?”

        Dengan sedikit gugup pria itu menatap pak Menteri dan menjawab, “Hmmm…. Dua setengah juta Pak. Emangnya kenapa Pak?” Tanya pria muda tersebut.

        Bapak Menteri kemudian mengeluarkan dompetnya dan mengambil lembaran-lembaran pecahan 100 ribuan sebanyak enam lembar lalu menyerahkan kepada pria itu sambil berkata, “Ambil uang Ini dan cepat keluar, pergi dari sini sekarang juga. Dan awas! Jangan balik lagi kesini!”

        Dengan gugup dan setengah takut namun dalam hati sangat gembira karena mendapat uang dari sang dermawan walau bicara agak keras, pria muda itu menerima uang tersebut segera meninggalkan tempat itu tanpa banyak bicara.

        Pak menteri itu berkata lagi dengan lebih keras pada pria muda yang sedang keluar dari ruangan, “Itu untuk gajimu 3 bulan ke depan, dan 9 juta pesangonmu akan diberikan nanti!!”

       Tentu saja pria muda itu tidak memperhatikan perkataan pak menteri tadi.

        Beberapa saat kemudian dengan berusaha meredakan rasa marah dan menunjukkan muka berwibawa pak Menteri mendekati pegawai – pegawai lain yang sejak tadi menyaksikan adegan tersebut. “Itulah nasib pekerja yang santai – santai di kementerian ini. Saya berhentikan saat ini juga. Tidak ada tawar – menawar. Ingat!! Kerja…Kerja…Kerja… Kalian semua mengerti kan? Adakah yang tahu dari bagian mana pemuda itu? Mana atasannya? Cepat beri tahu saya” tanyanya.

        Suasana ruangan jadi hening saling pandang satu dengan lainnya, sampai akhirnya seorang staf memberanikan diri untuk menjawab degan sedikit ketakutan, “Maaf, Dia nggak kerja di sini Pak.

        Pak menteri terkejut lalu bertanya, “Lalu dia itu siapa?”

      “Dia itu tukang Bakso yang lagi menunggu mangkoknya….” Jawab pegawai tadi.

        Pak menteri, “Haaaah!??#@?!”

        Tidak perlu risau karana kalau dah rejeki gak ketukar sama yang lain…. Hehehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *