Ketika Aku Jarang Melihat Diriku

Ketika Aku Jarang Melihat Diriku

Ketika Aku Jarang Melihat Diriku

      Kejadian dibawah ini hanya catatan kecil agar aku selalu instropeksi diri agar aku dapat merenungkan tentang apa yang telah dan akan aku lakukan kepada orang lain. Subyek yang aku gambarkan dibawah ini adalah dengan menggunakan kata “AKU” (baca juga : Merubah Diri untuk Mengubah Dunia)

Inilah catatan kecil tentang Ketika Aku Jarang Melihat Diriku

      Suatu ketika aku merasa sangat khawatir terhadap istriku. Aku berpikir bahwa jangan jangan istriku akan mengalami gangguan pendengaran seperti yang pernah terjadi padanya, aku pikir untuk mencari solusi bahwa istriku butuh alat bantu pendengaran. Aku tidak begitu yakin bagaimana cara yang kugunakan untuk membicarakan hal ini kepada istriku, diam diam aku berkunjung ke seorang dokter spesialis THT untuk berkonsultasi terhadap permasalahan ini. Dokter itupun memberikan solusi sebagai langkah awal untuk mengatasi permasalahan ini. bahwa sebenarnya ada cara yang sangat sederhana yang bisa aku gunakan sebagai tes untuk mengetahui apakah istriku benar benar tuli atau tidak.

Dokter menjelaskan : “Ini yang harus anda lakukan” kata dokter.

“Berdirilah dalam posisi sekitar empat puluka kaki jauhnya dari istri anda, kemudian bicaralah kepada istri anda dalam percakapan yang normal dan dengan suara yang normal pula. Perhatikan, apakah istri anda bisa mendengar anda?. Jika tidak, maka perdekat jarak anda memjadi tiga puluh kaki. Jika belum bisa juga mendekat lagi dengan jarak dua puluh kaki, dan begitu seterusnya sampai anda mendapatkan respon darinya.”

Malam itu istriku sedang memasak di dapur untuk makan malam. Aku berada di ruang tamu yang jaraknya adalah sekitar empat puluh kaki dari istriku. Aku berkata kepada dirinya,”Sekarang aku sudah berada dalam jarak empat puluh kaki, saatnya untuk mengetes, dan kita lihat apa yang akan terjadi.”

Dengan nada suara yang normal aku bertanya kepada istriku, “Sayang, kamu masak apa untuk makan malam ini.?” Tidak ada jawaban.!

Kemudian aku mendekat sekitar tiga puluh kaki ke istrinya dan mengulangi pertanyaanku : “Sayang, kamu masak apa untuk makan malam ini?” Masih tidak ada jawaban.

Aku mendekat lagi dua puluh kaki dan sudah berada di ruang makan, dengan perasaan cemas aku mulai bertanya lagi, “Sayang, kamu masak apa untuk makan malam ini?” Oh tidak, aku merasa semakin cemas karena masih tidak ada jawaban dari istriku.

Aku maju kedepan, berdiri di dekat pintu dapur, sekitar sepuluh kaki dari istriku : “Sayang, kamu masak apa untuk makan malam ini?” Masih tidak ada jawaban yang terdengar dari istriku.

Aku lalu berjalan maju tepat di samping istriku: “Sayang, kamu masak apa untuk makan malam ini?”

“Mas….. ini untuk yang kelima kalinya saya bilang, “Ayam”….. saya masak ayaaaaaaaaaam.. denger ngga’ sih, Abangku Sayang?!!”

      Itulah postingan kami tentang Ketika Aku Jarang Melihat Diriku yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan tentang Ketika Aku Jarang Melihat Diriku diatas dapat bermanfaat bagi kita. (baca juga artikel lain pada : Bintang Termenung di Ujung Cakrawala)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *