Jangan Bangga Karena Harta

Jangan Bangga

        Jangan Bangga Karena Harta. Tidak dipungkiri bahwa kita paling tidak bisa lepas dari sifat yang satu ini. Jika memiliki harta berlebih, handphone yang smart, mobil yang mewah, rumah yang terlihat mentereng dan mahal, pasti ingin sekali dipamer-pamerkan. Selalu berbangga dengan harta dan perhiasan dunia yang kita miliki, itulah jadi watak sebagian kita.

        Padahal kita juga pasti menyadari bagwa hidup di dunia bagaikan mimpi. Seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas. Seberat apapun, ketika terjaga semua hanya menjadi kenangan saja. Rumah mewah bagai istana, paras nan rupawan bak artis, harta benda yang tak terhitung, mode pakaian yang trendy, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun … Ketika nafas terakhir tiba, sepeser uangpun tak bisa dibawa pergi. Sebatang besipun tak bisa dimiliki.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (1) sampai kamu masuk ke dalam kubur. (2) Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), (3) dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. (4) Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, (5) niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, (6) dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. (7) kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu) (8).” (QS. At Takatsur: 1-8)

Untuk itulah;

  • Jangan bangga dengan Handphone canggih dan mahal, karena sarana untuk selamat adalah ibadah dan do’a
  • Jangan bangga dengan sebutan “bijaksana” kalau Lupa sholat.
  • Jangan bangga dengan kedudukan karena kedudukan kita dalam agama adalah seorang hamba.
  • Jangan bangga dengan rumah megah, karena rumah terakhir kita adalah kuburan.
  • Jangan bangga dengan Tempat tidur Yang empuk , karena tempat tidur yg terakhir adalah tanah.
  • Jangan bangga dengan mobil mewah, karena kendaraan terakhir kita adalah keranda.
  • Jangan bangga atas wajah cantik/tampan, karena wajah terakhir kita adalah tengkorak.
  • Jangan bangga dengan harta karena harta tak dibawa mati.
  • Jangan bangga dengan titel / gelar, karena gelar terakhir kita adalah almarhum / almarhumah.
  • Jangan bangga menghina orang karena pembalasan akhirat menanti

Dengan demikian,

Mengapa mesti berbangga-bangga?

Mengapa kita mesti berbangga-bangga, sedangkan harta hanyalah titipan.

Mengapa kita mesti berbangga-bangga, sedangkan harta yang bermanfaat adalah jika digunakan dalam kebaikan.

Semua yang digunakan selain untuk jalan kebaikan, tentu akan sirna dan sia-sia.

Apalagi yang mau diperebutkan?

Apalagi yang mau dibanggakan?

Jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani.

Jika kita tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kita miliki saat ini.

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif. Jangan terlalu perhitungan.

Jangan hanya mau menang sendiri.

Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

Belajarlah tiada hari tanpa kasih.

Selalu berlapang dada dan mengalah

Hidup ceria, bebas leluasa.

Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan

Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan.

Tak ada dendam yang tak bisa terhapus

Allah tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru,

bunga selalu mekar,

dan mentari selalu bersinar,

Tapi ketahuilah bahwa Allah selalu memberi:

Pelangi di setiap badai,

Senyum di setiap air mata,

Berkah di setiap cobaan,

Dan jawaban di setiap doa.

Jangan pernah menyerah sahabat,

Teruslah berjuang,

Life is so beautiful,

Life is so meaningful.

Hidup di dunia bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan.

Wallahu a’lam bish-shawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *