Bukan Berarti Kiamat Jika Cinta Ditolak

Bukan Berarti Kiamat Jika Cinta Ditolak

Bukan Berarti Kiamat Jika Cinta Ditolak

Mungkin kita pernah melihat atau mendengar berita di media baik cetak maupun elektronik ada orang bertindak sangat tidak rasional ketika cintanya ditolak. Ada yang stress, terjerumus dalam minum-minuman keras, mencoba bunuh diri, mengancam, dan bahkan ada juga yang membunuh orang yang menolak cintanya itu. Mengapa bisa demikian?

Jawabannya mungkin karena orang yang patah hati itu kurang menggunakan akalnya, lebih mengikuti hawa nafsu, dan lebih suka emosi dan perasaannya itu yang menguasai dirinya. (Baca juga : Jangan Menggadaikan Cinta)

Memang ….. Rasa cinta adalah hal yang sangat manusiawi, sehingga hampir semua orang yang masih punya perasaan, pernah mencintai seseorang. Namun yang patut disadari adalah bahwa kita tidak mungkin akan mendapat semua yang kita inginkan. Itu artinya bahwa kita juga harus siap jika ada keinginan kita yang tidak tercapai, termasuk dalam masalah cinta

Jadi jika sudah berani untuk menyatakan cinta kepada seseorang, maka semestinya kita juga harus siap ditolak juga, karena kemungkinan untuk ditolak memang ada.

Jika akhirnya cinta benar-benar ditolak, hal itu seharusnya bukan akhir dari segalanya. Namun terkadang orang sudah mematok bahwa cintanya itu hanya untuk dia seorang, sehingga ketika ditolak, seakan dunia kiamat. Kalau terjadi seperti ini, maka jelas orang tersebut sudah telah dikuasai oleh perasaannya atau emosinya saja, dan telah mengesampingkan akal sehatnya. Sayang sekali jika itu terjadi karena sudah menyia-nyiakan pemberian Tuhan yang menjadi pembeda utama manusia dengan mahluk lainnya, yaitu “AKAL SEHAT”.

Orang yang tidak menggunakan “AKAL SEHAT” mungkin sudah menutup diri rapat-rapat dan tidak mau membuka diri dari kemungkinan bahwa masih ada wanita lain yang bisa dia cintai. Dia merasa bahwa hanya orang yang telah menolak cintanya itu aja … yang bisa dia cintai.

Padahal banyak dari pasangan yang berpegang pada prinsip cuma ada satu orang yang dia cintai waktu awalnya, justru  akhirnya toh selingkuh juga dan malah punya wanita atau pria lain yang lebih dia cintai lagi.

Nah sekarang tinggal pilih aja, apakah lebih suka dirinya dikuasai oleh perasaan dan emosi, atau mau menggunakan akal pikiran sehat dengan membuka diri pada kemungkinan bahwa dirinya itu bisa juga mencintai orang lain selain kepada orang yang telah menolak cintanya itu.

Akal pikiran yang sehat selain berfungsi sebagai senjata utama dalam membentuk peradaban, juga berfungsi untuk mengendalikan nafsu, perasaan atau emosi seperti cinta, marah, benci, sedih dan lain-lain, sehingga dirinya tidak dikuasai oleh nafsu dan perasaan atau emosinya tersebut.

Jadi mestinya akal pikiran ini yang harus mengandalikan perasaan, bukan sebaliknya. Dan kalau sudah bisa melakukan hal itu, tentu kita bisa terhindar dari perbuatan konyol cuma karena cinta yang tertolak. Dan ingatlah bahwa Bukan Berarti Kiamat Jika Cinta Ditolak.

Itulah postingan kami tentang Bukan Berarti Kiamat Jika Cinta Ditolak yang dapat kami bagikan pada kesempatan kali ini dengan harapan semoga postingan tentang Bukan Berarti Kiamat Jika Cinta Ditolak diatas dapat menjadi renungan bagi kita agar kita lebih mengdepankan akal sehat daripada perasaan atau emosi dalam menghadapi suatu masalah. (Baca juga artikel lain pada : Usaha Menaklukkan Rindu)

Wallahu a’lam bish-shawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *