Antara Cinta dan Kentut

Antara Cinta dan Kentut

     Antara Cinta dan Kentut. Cinta (berdasarkan Wikipedia) adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang.

        Sedangkan Kentut (Flatulensi) adalah keluarnya gas melalui anus atau dubur akibat akumulasi gas di dalam perut (terutama dari usus besar atau kolon).

        Dilihat dari artinya, kata CINTA dan KENTUT Ko’ ga’ nyambung banget sich dengan judul artikel diatas? Tapi biarlah, yang penting funny. Ilmu asal – asalan tentang persamaan dan perbedaan tentang CINTA dan KENTUT dibawah ini bisa digunakan untuk refreshing aja.

  • CINTA dan KENTUT keduanya tidak bisa ditahan, karena jika ditahan bisa menimbulkan masalah. Jika keduanya bisa dilakukan maka perasaan menjadi lega.
  • CINTA tertahan jadi Sengsara, KENTUT ditahan jadi Menderita.
  • Kalau CINTA dan KENTUT bersuara keras, perasaan kita akan menajdi lega.
  • CINTA terkesan malu – malu tapi mau, kalau KENTUT baunya mang malu – maluin.
  • CINTA tanpa rasa, bukan CINTA namanya, KENTUT tak berbau, bukan KENTUT namanya.
  • CINTA itu rapuh, dan KENTUT itu bau.
  • CINTA itu halus, sedangkan KENTUT itu virus.
  • CINTA diam – diam membuat orang mabuk kepayang,
  • KENTUT diam – diam membuat orang mabuk kepalang.
  • CINTA bagi kebanyakan orang muda, “Aiiihhh, dasar CINTA monyet…!”
  • Namun jikalau KENTUT didepan banyak orang, siap – siap aja ada orang teriak “woiii, Sialan, loe…monyet…!¬”
  • CINTA dan KENTUT sama-sama sering dicari:

      Kalau sudah CINTA, dicarilah orang yang dicintai: “Dimana        engkau duhai kekasih?”

      Kalau sudah KENTUT, dicarilah orang yang kentut: “Siapa           nih yang KENTUT? Hayoo, ngaku!!! ngaku gak…?!!!”

  • CINTA berlebih membuat orang terbuai. KENTUT berlebih membuat orang terkulai.
  • CINTA dan KENTUT keduanya tidak terlihat namun kehadiranya dapat dirasa.
  • CINTA menyatukan persepsi, KENTUT menyatukan emosi.

Hanya bercanda ya sobat, tertawa itu menyehatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *