Aku Orang yang Paling Jelek

Aku Orang yang Paling Jelek

Aku Orang yang Paling Jelek

        Berikut ini kami sampaikan satu cerita bijak tentang Aku Orang yang Paling Jelek yang patut untuk dijadikan renungan bagi kita agar perilaku kita tidak sombong dan merendahkan orang lain. Agar kita tidak menganggap diri kita lebih baik dari orang atau makhluk lain. (baca juga : KEINGINAN MANUSIA MENUJU AKHIR KEHIDUPAN)

Inilah cerita bijak tentang Aku Orang yang Paling Jelek:

        Pada suatu hari di sebuah pondok pesantren, sang kyai memanggil salah salah satu santrinya yang telah menuntut di pondok pesantren tersebut selama bertahun – tahun dengan berbagai ujian telah dia lewati dengan hasil yang sangat baik. Sang santri (sebut saja si Fulan) juga telah menunjukkan sifat yang sangat baik, taat beribadah.

        Ketika si Fulan menghadap sang Kyai, maka sang kyai berkata: “Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan berbagai ujian dengan hasil yang sangat memuaskan, tetapi masih ada satu ujian terakhir yang harus kamu tempuh. Jika kamu bisa menjawab ujian terakhir ini maka kamu dinyatakan lulus.”

        “Baik Abah Kyai, apa pertanyaannya?” Tanya si Fulan

        “Kamu harus mencari orang atau makhluk lain di dunia ini yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari. Jika kamu temukan orang atau makhluk tersebut, maka kamu akan dinyatakan lulus.”, jawab Kyai.

        Akhirnya si Fulan minta ijin meninggalkan pondok tersebut untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan sang Kyai agar menemukan orang atau makhluk yang lebih jelek dari dia.

        Pada hari pertama pencarian, si Fulan bertemu dengan si Polah sang pemabuk berat yang dapat dikatakan hampir tiap hari dia mabuk – mabukan..

        Santri berkata dalam hati, “Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus. Aku bisa pulang sekarang dan esoknya akan kusampaikan pada Abah Kyai bawa telah kutemukan orang yang lebih jelek dari aku yaitu si Polah sang pemabuk.”

        Tetapi sesampai di rumah, si Fulan menjadi bimbang. timbul pikirannya.dan berkata dalam hati: “Belum tentu si Polan lebih jelek dari aku, sekarang Polan mabuk – mabukan, namun  siapa tahu pada akhir hayatnya Allah SWT memberi Hidayah (petunjuk) dan dia dalam Khusnul Khotimah? Dan aku sekarang aku baik, banyak ibadah tetapi pada akhir hayat dikehendaki Su’ul Khotimah, bagaimana? Dia belum tentu lebih jelek dari aku. Aaaaah ternyata si Polan belum tentu lebih jelek dari aku. Aku harus mencari lagi orang atau makhluk lain.”

        Hari kedua, si Fulan berangkat lagi untuk mencari orang yang lebih jelak dari dia. Dalam perjalanan dia menemukan seekor anjing yang menjijikkan rupanya, bulunya kusut, kulitnya kudisan dan sebagainya. Si Fulan bergumam, “Ini dia sekarang telah kutemukan makhluk yang lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, air liurnya najis berat, kulitnya kudisan dan jelek lagi.” Si Fulan merasa sangat gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Diapun pulang.

            Waktu akan tidur sehabis shalat ‘Isya, dia merenung, “Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak akan dimintai tanggung jawab atas perbuatannya waktu di dunia oleh Allah, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yang sangat berat. Aku harus bertanggung jawab atas segala yang aku perbuat waktu aku di dunia. Kalau aku berbuat banyak dosa maka akan masuk neraka. Ternyata aku bisa tidak lebih baik dari anjing itu.”

        Akhirnya pada hari ketiga si Fulan kembali menghadap Kyai dengan wajah sedih.

        Sang Kyai bertanya, “Bagaimana? Apakah sudah dapat jawabannya, muridku?”

        “Sudah Abah Kyai.” Jawab si Fulan dengan nada sedih.

        “Kalau sudah dapat jawabannya, lalu kenapa kamu nampak sedih muridku?” Tanya sang Kyai.

        “Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru.”

        Sang Kyai tersenyum lalu berkata, “Kamu aku nyatakan lulus.”

        Itulah cerita bijak tentang Aku Orang yang Paling Jelek yang dapat kami bagikan kali ini. Semoga cerita bijak tentang Aku Orang yang Paling Jelek diatas dapat bermanfaat bagi kita dalam menjalani hidup di dunia ini. (baca juga : NASEHAT GURU KEPADA SISWA UNTUK MENJAGA AQIDAH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *