Akhir Jaman Islam Seperti Buih di Lautan

Islam Seperti Buih di Lautan
Fenomena Akhir Jaman: Islam Seperti Buih di Lautan

       Akhir Jaman Islam Seperti Buih di Lautan. Kita patut bangga atas berkembangnya umat Islam di dunia ini. Pemeluk – pemeluk islam bermunculan di negara – negara yang mayoritas non muslim, Amerika, Jerman, Rusia, Cina dan lain – lain. Sehingga pemeluk Islam di dunia ini sangat banyak, lebih dari 2 Milyar. Tapi apalah arti sebuah kuantitas dari pemeluknya, kalau kualitas dari pemeluk agama yang kuantitas sedikit lebih berkualitas dibanding dengan pemeluk agama yang kuantitas besar tapi kualitasnya kecil. Begitulah gambarannya Umat Islam saat ini, banyak tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan umat Yahudi yang jumlahnya hanya jutaan mampu menguasai dunia.

       Sehingga kita patut bersedih karena jumlah pemeluk Islam yang sangat besar di dunia saat ini, kita sangat lemah dibandingkan dengan jumlah umat non muslim. Seperti yang saat ini sedang terjadi, Umat Islam yang ada di Palestina sedang dijajah dan dibunuh secara terang-terangan oleh Israel yang pemeluk Yahudi. Apa tidak malu ya umat islam kita ini, Jumlah lebih dari 2 Milyar tapi perekonomian, persenjataan, teknologi, dan lain-lainnya semua dikuasai oleh Yahudi dan Nasrani.

       Realita ini telah ada isyarat kepadanya, peringatan jelas tanpa samar tentangnya. Jelas tanpa kekaburan. Terang tanpa terselubung kabut yang bisa rnengganggu pandangan. Itu dalam hadits yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

       Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

       “Hampir terjadi keadaan yang mana ummat-ummat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang yang makan mengerumuni makanannya. ” Salah seorang sahabat berkata; “Apakah karena sedikitnya kami ketika itu?” Nabi berkata: Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa’ (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pasti Allah akan cabut rasa segan yang ada didalam dada-dada musuh kalian, kemudian Allah campakkan kepada kalian rasa wahn. ” Kata para sahabat: “Wahai Rasulullah, apa Wahn itu? Beliau bersabda: “Cinta dunia dan takut mati.”(HR Abu Daud, Ahmad dan Abu Nu’aim)

       Bagaima saat ini kita mengatakan bahwa kita tidak mau dikatakan cinta duni dan takut mati, sedangkan relitanya kita suka mengumpulkan harta kekayaan walaupun dari berbagai cara yang halal maupun haram. Kita akan menjadi ketakutan kalau kita terlambat kerja, sedangkan tidak takut terlambat ibadah, bahkan meninggalkan ibadahpun kita cuek saja. Dan lain – lain contoh dari kehidupan sekitar kita.

       Marilah kita renungkan sejenak tentang keberadaan kita, walau jumlah kita sangat banyak, bahkan menurut kabar bahwa umat Islam mempunyai jumlah terbesar ketiga di dunia, namun di bagian – bagian strategis di dunia ini malah dikuasai non muslim. Mulai dari bidang ekonomi, militer atau persenjataan, bahkan media massa juga dikuasai oleh non muslim.

       Coba kita perhatikan, berapa banyak media elektronik di Indonesia yang dikuasai oleh muslim? Juga media massa lainnya? Sangat sedikit kalau tidak mau dibilang tidak ada. Maka jangan heran jika pemberitaan lebih banyak menyudutkan dunia islam.

       Sabda Nabi itu memang benar adanya saat ini. Umat Islam sekarang lebih banyak mengurusi perdebatan sesama saudara muslim-nya sendiri. Baik itu paham-paham, mazhab-mazhab, dan berbagai macam perdebatan yang membuat urusan hidupnya hanya untuk itu. Daripada mengurusi Islam itu sendiri, Islam yang baik itu adalah kuat Luar dan Dalam-nya. Maksudnya Luar Kuat dengan Perekonomian, Pertahanan, dan Pangan. Di dalam kuat dengan persaudaraan dan ketaatan beragamanya.

       Perhatikan, wahai muslim yang cerdas dan coba renungkan, wahai saudara terkasih, bagaimana orang-orang kafir selalu mengawasi berita-berita dari dunia Islam. Bila ada kesempatan, mereka akan menerkamnya dari segala penjuru.

       Sabda Nabi itu memang benar adanya saat ini. Umat Islam sekarang lebih banyak mengurusi perdebatan sesama saudara muslim-nya sendiri. Baik itu paham-paham, mazhab-mazhab, dan berbagai macam perdebatan yang membuat urusan hidupnya hanya untuk itu. Daripada mengurusi Islam itu sendiri, Islam yang baik itu adalah kuat Luar dan Dalam-nya. Maksudnya Luar Kuat dengan Perekonomian, Pertahanan, dan Pangan. Di dalam kuat dengan persaudaraan dan ketaatan beragamanya.

         Wallahu a’lam bish-shawab.

       Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan limpah karunia-Nya mencucuri kita rahmat, taufiq dan hidayah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *